Hari penantian itu sudah berlalu dan aku sedang menghadapi sesuatu yang 'luar biasa bahagia'....
Berada ditengah - tengah keluarga baru yang lambat laun menerimaku membuatku tak henti - hentinya bersyukur.
Aku mulai menjalin kembali hubungan baik dengan keluargaku, menyatukan kembali benang - benang yang kusut.
Sedangkan perjalanan hidupku dengan Wonk pun semakin hari semakin...hmmm...bisa dibilang lebih dari sekedar 'Luar Biasa'.
Aku memutuskan untuk mengikuti kemana Wonk pergi, jadi sekarang aku berdomisili di Bandung, kota yang selama ini hanya jadi angan - anganku. Memulai hidupku dari nol bersama Wonk tak sesukar yang aku kira, semua mengalir apa adanya.
Anak-anakku tumbuh menjadi anak - anak yang manis, lucu dan mudah bergaul dengan siapa saja. Entah apa yang terjadi dikemudian hari, tapi yang jelas, Wonk lebih dari sekedar Ayah buat mereka, Malaikat mungkin. Tanpa Wonk, aku tak bisa bayangkan, akan jadi apa hidupku sekarang.
Tentang dia.....Bho...
Aku sudah mulai tak ingat siapa dia. Walaupun beberapa minggu yang lalu, sempat temannya yang juga temanku, memberitahukan bahwa FB Bho kembali aktif. Aku sontak memberitahukan masalah ini kepada Wonk, aku takut dia mulai mencariku seperti kejadian di dalam mimpiku.
Aku bermimpi bahwa dia datang padaku dan bilang kalau dia tak suka melihatku bahagia seperti ini, dia ingin mengambil anak - anakku, toh aku sudah bahagia dengan Wonk. Aku tak habis pikir apa yang terjadi jika memang itu terjadi padaku, aku bisa GILA....
Wonk menyikapi masalah itu dengan baik. Dia bersikap bijaksana. Dia berusaha menenangkanku. Kalau pun Bho mencariku, Wonk yang maju duluan.
"Udah Bun, jangan dipikirin, kalau dia cari bun, biar Ayah duluan yang maju. Sampai kapan pun, Dia ga boleh ketemu Bun dan Anak - anak", ujar Wonk.
"Tapi......", jawabku ragu..
"Dah, jangan takut sayang. Dia ga akan bisa sentuh apa yang dah jadi milik Ayah sekarang, ga akan bisa", jawab Wonk.
Mendengar itu semua, aku hanya bisa menangis di pelukannya malam itu. Entah, Aku merasa, Wonk bukan hanya malaikatku, tapi dia 'Dewa Penyelamat" ku.
Dengan semua kehidupan baruku, Aku tak takut lagi melangkah. Aku sekarang berada di Roller Coaster yang sama yang selalu kunaiki dari dulu tapi tak sendirian, ada Wonk disampingku, menemani aku tanpa perlu ini itu.
Aku tak merasa malu harus menjaga kios buah Ayahnya setiap malam, justru Aku bahagia karena bisa membantu orang yang membuat Wonk ada disini, mendidiknya, membuatnya menjadi seseorang yang berbeda. Tak ada rasa segan atau malu untukku...Wonk adalah Dewa untukku, Malaikat untuk anak - anakku dan Orangtua Wonk adalah Dewa dari segala Dewa untukku..
Aku Bahagia......
Mendapati dia, Bho yang tetap menjadi orang yang sama..membuatku tak henti - hentinya bersyukur dan berterima kasih karena dia bukan jodohku. Ya, dia memang Ayah dari anak - anakku, tapi bukan pendamping hidupku.
Aku......
I'm A Happy Princess Now......
Dengan segala yang sudah terjadi, Wonk, Keluargaku, Keluarga Wonk, Anak - anakku, sahabat - sahabat terbaikku, membuatku tak habis pikir, betapa baiknya Tuhan padaku. Aku tak pernah sendirian lagi. Aku bisa jadi seseorang yang baik, Ibu yang baik dan istri yang bisa dibanggakan...
Just Keep tryin Guy's....ingat, Tuhan itu gak pernah tidur. Dia selalu ada dimana pun kita berada, dia tahu apa yang sudah kita kerjakan. Dia memberikan cobaan kepada hamba Nya karena Dia sayang...dan kita pasti mampu melewatinya...
Aku....Bahagia...karena Aku Mencintai Manusia Setengah Dewa..dan dia juga mencintaiku..apa adanya....
Dia adalah Wonk.....My Beloved Husband....
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar